Oleh Naim Emel Prahana
DI TENGAH dominasi negara-negara besar di dunia sekarang ini, umat Islam di mana-mana di belahan dunia termasuk di negara Amerika Serikat dan Eropa, bangkit sejadi-jadinya. Kebangkitan yang beretika, ramah sesama makhluk yang berbeda keyakainan. Tumbuh dan berkembang menjadi spirit ketaqwaan umat Islam dunia.
Umat Islam telah bangkit belajar dari perjalanan hebat umat Islam sesudah wafatnya Rasulullah Nabi Agung Muhammad SAW. Islam pernah berjaya menaklukkan kerajaan-kerajaan besar di Eropa. Kemudian membangun monument legendaris peninggalan perjalanan hebat umat Islam. Spirit (semangat) tersebut sampai kini terus berkobar tanpa peperangan antar bangsa.
Kendati, banyak pemimpin dunia yang negaranya hebat luar biasa, terus berusaha dengan segala kehebatan militernya menekan, mendikte dan mengancam secara terang-terangan negara yang mayoritas pendudukannya adalah muslim. Namun, kebangkitan umat Islam tidak dapat dihalang-halangi oleh ancaman dan teror agresor yang sampai saat ini masih berlangsung.
Walaupun demikian, umat Islam mengakui ada ketidak sinkronisasi sebuah negara mayoritas penduduknya muslim condong dan cenderung berada di tangan negara adijaya yang merupakan negara arogan di dunia. “Spirit of Ramadhan” bukanlah slogan semata atau pernyataan-pernyataan pemimpin banyak negara. Akan tetapi, sebagao jiwa dan roh umat Islam yang sesungguhnya mencintak kehidupan yang damai, rukun serta saling menghormati satu dengan lain bangsa yang mungkin berbeda ideologi.
Sampai saat ini spirit umat Islam untuk teguh menegakkan kebenaran dan keadilan masih terlihat seperti Afganistan yang pernah porak-poranda di jajah Amerika dan sekutunya, kemudian Uni Soviet pernah bercokol di sana. Pakistan sebagai negara yang mayoritas penduduknya muslim, kini bangkit luar biasa. Negara Pakistan mampu merubah cemoohan negara Barat tentang ilmu pengetahuan, tapi Pakistan dan pendudukannya memang brilian. Mereka mampu menciptakan berbagai jenis senjata. Membangun negerinya sedemikian rupa.
Demikian pula yang lagi populer sampai tahun 2026 ini, Amerika didukung sekutu abadinya Israel (keduanya adalah negara agresor), kemudian didukung oleh negara-negara Eropa khususnya yang tergabung dengan Nato, bahkan ada beberapa negara di jazirah Arab mendukung kedzoliman Amerika Serika, untuk terus menekan dan melucuti negara Iran.
Mnuver-manuver yang dibuat oleh Amerika (Amerika Serikat dan sekutunya) tersebut dan memang berulangkali menyerang Iran dengan persenjataan mutakhir mereka. Tapi, negara Iran yang didukung oleh penduduknya mayoritas muslim, sampai detik ini masih berdiri tegak. Bahkan, kemampuan di bidang ilmu pengetahuan Iran mampu menandingin kehebatan senjata canggih Amerika. Semuanya berkat spirit of Islam dan saat ini memasuki spirit of ramadhan di seluruh dunia.
Dan, kalau kita kembali di sekitar kehidupan kita di negeri ini. Spirit Islam and spirit Ramadhan masih tidak dapat bebas di permukaan yang terus bergelombang. Banyak faktor yang menyebabkan umat Islam Indonesia kurang melihara komitmenitas dan eksistensitas spirit sebagai orang muslim. Salah satu penyebabnya, para cendekiawan muslim banyak yang terkurung di blantika politik—yang intisarinya adalah soal materi dan duniawi.
Sementara, spirit Ramadhan (di dalam semangat hidup umat Islam) soal duniawi dan materi hanyalah pendukung untuk mengembangkan dan meningkatkan ketaqwaan, keimanan dan kepasrahan kepada Ilahi (Allah SWT). Sebab, dalam Islam aktivitas di dunia nyata ini adalah jembatan menuju kehidupan di alam akhirat. Serta, kiamat-kiamat kecil yang sudah terjadi sering diabaikan oleh kita. Kita jarang belajar dari kejadian (peristiwa) yang selama ini menimpa bumi dan penduduk di Indonesia.
Bahkan, semangat kebangsaan (national building), juga terabaikan. Semua sibuk dan asyik tentang ‘materi’ dan ‘formalitasisme’. Oleh karenanya, ketika Allah SWT memberikan kesempatan kepada kita bertemu kembali dengan bulan suci Ramadhan 1447, tentu banyak hal yang harus dijadikan kebenaran dan keadilan itu adalah milik Allah SWT.
Di tengah-tengah menjalani ibadah di bulan Ramadhan 1447 atau tahun 2026 masehi, kita harus benar-benar menyudahi apa yang keliru dan khilap dari perbuatan sebelum ini, agar seusai ramadhan nanti spriti ramadhan tetap bergema, bangkit dan berkembang sedemikian positif. Allah sebagaimana disampaikan oleh Rasullah SAW, tidak suka orang yang selalu berbuat sombong di muka bumi ini. Padahal, kesombongan di negeri ini sudah semakin parah.
Ada orang yang tidak memiliki agama yang jelas disebut oleh tokoh agama sebagai jelmaan nabi, sehingga pengikut taklik semakin subur. Persaudaraan sesama muslim kian longgar, semua karena soal duniawi, materi dan politik semata. Padahal, seorang muslim dengan muslim lainnya adalah bersaudara. Kenapa, spirit itu ditinggalkan hanya karena jabatan, kedudukan, status sosial dan figur sebagai pemimpin?. Banyak orang Islam membodohi, mendzolimi, menganiayai dan membunuh sesama orang Islam. Persaudaraan yang berisi saling tolong menolong menjadi persaudaraan patembayan (bersadara karena harta kekayaan), persaudaraan bersifat paguyuban dibuang jauh-jauh ke tong sampah.
Beragama berarti keinginan untuk hidup tanpa kekacauan. Bangunlah spirit ramadhan ini sebagai kesadaran yang hakiki dan melanjutkan kesadaran bersama itu sebagai tongkat kebangkitan Islam bagi pemeluk-pemeluknya. Oleh karena itu, Allah SWT di berbagai ayat dalam surat Alqur’an selalu menyebut kalimat didahului dengan “Hai orang-orang yang beriman…dst!” Tidak ada seruan Allah itu menyebut hai orang-orang kafir secara spesifik. Seruan hai orang-orang yang beriman itu adalah spirit kehidupan manusia yang berakal dan berpikir. Bukan soal naluri semata!








Trima kasih atas partisipasinya bpk
Sama-sama, maaf telat merespon
sama-sama, terima kasih