Kota Metro

Bagaimana Konsistensi Cara Berpikir Dalam Pergerakan

×

Bagaimana Konsistensi Cara Berpikir Dalam Pergerakan

Sebarkan artikel ini
Dr. Habiburokhman, SH, MH Ketua Komisi III DPR - RI di Ballroom Hotel Grand Skuntum. FOTO: Ist/LC

METRO, (LC)—Ketua Komisi III DPR—RI Dr Habiburrokhman, SH, MH saat berbicara pada acara Halal Bihalal HMI—PD KAHMI Kota Metro secara gamplang masalah pergerakan sekarang ini adalah konsistensinya.

Hal itu dikatakan Dr Habiburrokhman, SH, MH dalam sambutan singkatnya usai pernyataan Ketua Cabang HMI Kota Metro memberikan substansi pergerakan mahasiswa yang diemban HMI, di Ballroom Hotel Grand Skuntum Jalan AH Nasution, Minggu (5/4/2026).

HMI kan dalam perjuangan pergerakannya dikenal dengan akresivitas untuk menyatakan substansi pergerakan. Tapi, menurut saya yang terpenting itu adalah cara berpikir kita yang konsisten.

“Saya sejak dului selalu berpikir secara linear dan konsisten,” ujar Habibirrahman dihadapan keluarga besar HMI—KAHMI Kota Metro dan para undangan yang hadir dalam acara halal bihalal HMI—KAHMI tersebut.

Ketika Ketua HMI Cabang Kota Metro, Adi Herlambang Saputra mempertanyakan wajah keadilan kita itu bagaimana, saat berbicara yang dipandu oleh Dr Muhammad Agus Septian, SIP, MH memasuki lebel “sinergi mahasiswa dan legislator dalam mewujudkan sistem hukum yang bersih dan berintegritas”.

Maka, Habiburrahman hanya mengatakan, “kalau kita bicara masalah hukum pidana, maka ada dua hal yang harus kita perhatikan yaitu KUHP dan KUHAP”. Thema halal bihalal di atas sebenarnya kita sudah dikotak-kotakkan.

“Antara mahasiswa dan legislator,” tegas tapi santai Habiburrahman secara implisit menjelaskan makna berpikir tentang hukum.

Apa yang disampaikan Habiburrahman memang tidak banyak, karena batasan waktu halal bihalal yang singkat Ketua Komisi III DPR RI itu hanya poin to point saja yang dijelaskannya tentang kondisi kekinian di Indonesia.

Dalam acara tersebut beberapa tokoh HMI—KAHMI Kota Metro dan para undangan yang terlihat hadir, selain Habiburrahman ada   Ketua KAHMI Wilayah Lampung, Dr. Budiono, mantan Ketum PB HMI, Arya, budayawan Naim Emel Prahana, Wakil Walikota Metro, Dr Muhammad Rafiq Adi Pradana, Dr. Muhammad Agus Septian, SIP, MH, Ketua PD KAHMI Metro Amrullah, SH, MH, Syaiful Thomi HS, SH, Ketua Demokrat Lampung, Dr. Edy Irawan, Agus Bakti Nugroho, SH, MH.

Kemudian, nampak juga anggota DPRD Kota Metro Yadi Lamunyai, SH dan H. Efril Hadi, SE, MKeS, Ketua Kohati dan Forhati Kota Metro, Ahmad Rosdan dan Idham Akib, Ridho Saputra mantan pengurus Badko HMI Sumbagsel dan lainnya.

Tentang Dr. Habiburokhman, SH, MH

Selain saat ini 2026 sebagai anggota DPR—RI sejak 2019—2024 kemudian berlanjud periode 2024—2029, Habiburrokhman menjabat sebagi Ketua Komisi III parlemen tersebut.

Habib panggilan akrabnya lahir dan dibesarkan di Kota Metro Lampung pada tanggal  17 September 1974. Menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila) dan S2 di Fakultas Hukum Universitas Indonesia dan S2 di Program Doktoral Ilmu Hukum (PDIH) Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Semasa mahasiswa Habib aktif di berbagai organisasi seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Senat Mahasiswa FH Unila dan Keluarga Mahasiswa Pemuda Pelajar Lampung (KMPPRL).

Di era 1998-an Habib dikenal sebagai pentolan aktivis mahasiswa yang giat mememimpin demo menuntut Presiden Soeharto mundur. Akibat kekritisannya Habiburokhman sempat beberapa kali ditangkap dan ditahan pihak berwajib. Sejak tahun 2005 Habib mendirikan Serikat Pengacara Rakyat (SPR) yang rajin mengajukan gugatan Class Action membala hak-hak rakyat.

Di samping menjadi advokat pembela publik Habib juga mendirikan Kantor Hukum Bisnis Habiburokhman & Co yang berkedudukan di Menteng Jakarta Pusat. Banyak kliennya yang berasal dari mancanegara.

Tahun 2010 Habib resmi menjadi kader Gerindra dan langsung menduduki jabatan prestisius sebagai Ketua Bidang Advokasi dan sekaligus anggota Dewan Pembina.

Pada tahun 2012 Habib memimpin Tim Advokasi Jakarta Baru, kelompok Advokat yang membela kepentingan hukum Jokowi – Ahok, Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang diusung PDI Perjuangan dan Gerindra.

Tahun 2014 Habib menjadi Direktur Advokasi Tim Kampanye Nasional Prabowo -Hatta pada Pemilu Presiden saat itu. Kariernya sebagai Advokat politik berlanjut saat Pilkada DKI Jakrtas 2017, dia mendirikan dan memimpin Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) kumpulan advokat yang berperan besar memanangkan Pasangan Anies Baswedan – Sandiaga Uno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Lanjut tahun 2019 dia menjadi salah satu Juru Bicara Hukum Pasangan Calon Prabowo Sandi pada Pilpres. Pada tahun 2019 pula Habib lolos menjadi anggota DPR RI Partai Gerindra dari Daerah Pemilihan DKI Jakarta I. (LC-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.