BANDARLAMPUNG, (LC)—Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Lampung mendatangi Kepolisian Daerah Lampung untuk menyampaikan aspirasi dan kritik secara langsung kepada Kapolda di Polda Lampung, Jumat (27/2).
Kritik langsung itu sebagaimana diposting oleh Lampung Geh Newsdi Facebook, Sabtu (28/2/2026). Forum diskusi dipimpin Ketua BEM Universitas Lampung (Unila), Aditiya Putra Bayu, dan diterima langsung oleh Kapolda Lampung, Irjen Pol. Helfi Assegaf.
Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang tergabung dalam BEM hadir untuk menyuarakan pandangan terkait sejumlah isu yang berkembang di Provinsi Lampung.
Dalam sambutannya, Aditiya menegaskan kehadiran mahasiswa merupakan bentuk tanggungjawab moral sebagai bagian dari masyarakat intelektual.
Aditiya menyampaikan bahwa mahasiswa ingin memastikan tidak ada praktik kekerasan atau penyimpangan oleh oknum aparat yang mencederai nilai hukum dan kemanusiaan di Lampung.
“Kehadiran kami di Polda Lampung adalah wujud objektivitas dan tanggungjawab moral,” kata Ketua BEM Unila, seraya menambahkan di tengah maraknya isu dugaan kekerasan yang melibatkan oknum Polri.
“Kami tidak ingin hal serupa terjadi di Tanah Ruwai Jurai. Setiap institusi harus menjunjung tinggi nilai, norma, dan adat istiadat dalam setiap tindakan,” Kata Ketua BEM Unila,” katanya. (LC-01)









