METRO, (LC)—Di minggu pertama Januari 2025, kecenderungan harga kebutuhan pokok masyarakat mengalami kenaikan cukup signifikan dan kenaikan itu merata atara Rp 3.000,- sampai Rp 10.000,-an ribu per barang kebutuhan.
Di tingkat toko kecil, warung atau rumah makan kenaikan harga-harga tersebut sangat dirasakan berat, karena alasan penjual harga naik karena harga beli barang kebutuhan mengalami kenaikan.
Seperti harga token biasanya administrasi di toko atau warung penjual token berkisar antara Rp1.500,00- sampai Rp 2.000.000,- sekarang harganya naik menjadi Rp 4.000,- per Rp 100.000,- pembelian token.
Sementara daya yang didapat dari pembelian Rp 100.000,- token hanya 67 kwh dan hanya bertahan sekitar 5 – 6 hari dengan daya listrik konsumen sebesar 900 watt.
Harga-harga juga naik untuk cabe, minyak, beras dan lainnya di tingkat pedagang eceran di Kota Metro, seperti yang dituturkan seorang pedagang rumah makan yang sederhana di Metro kepada LC, Minggu (5/1/2025).
Menurut pedagang yang enggan disebutkan namanya di kawasan Jl Hasanuddin Yosomulyo Metro Pusat, harga gori biasanya Rp 6.000,- per kilog, sekarang naik menjadi Rp 11.000,- cabe kriting hijau semula Rp 23.000,- per kilo sekarang naik jadi Rp 27.000,-per kilo.
Beras ukuran 10 kg di tahun 2024 harganya berkisar Rp 134.000,- sekarang menjadi Rp 150.000,-an. Demikian juga harga minyak goreng pada 2024 akhir masih bertahan di angka Rp 18.000—Rp 19.000,- per kilogram, kini harganya rata-rata Rp 23.000,- per kg.
“Pokoknya naik semua, Pak,” kata dia pukul 19.00 WIB di warungnya seraya menambahkan kenaikan itu terjadi juga pada harga ikan segar ikan sungai. Rata-rata kenaikannya Rp 3.000,- per kilo. (LC-01)









