
Oleh: Eka Mei Ratnasari
Globalisasi memberikan dampak penting bagi masyarakat, begitupula dalam bidang pendidikan. Bahasa menjadi dasar utama dalam berkomunikasi baik lisan ataupun tulisan. Orang dewasa maupun anak memiliki kebutuhan yang sama. Bahasa Inggris merupakan hal yang tidak asing lagi di kehidupan kita saat ini bahkan dimulai sejak anak usia dini. Para ahli menyebutkan bahwa sebelum menguasai tingkah lakunya sendiri, anak mulai menguasai lingkungannya dengan bantuan kemampuan bicara (Vygotsky: 1978).
Hurlock (1978) mengatakan bahwa kemampuan bicara menjadi kebutuhan penting dalam kehidupan anak, kebutuhan itu adalah untuk menjadi bagian dalam kelompok sosial. Oleh sebab itu, kemampuan berbicara anak perlu distimulus dan dilatih secara berkesinambungan.
Bahasa Inggris pada anak usia dini sifatnya berupa pengenalan. Mengenalkan berbagai macam hal yang ada di sekitar anak. Metode yang digunakanpun beragam. Pengenalan bahasa Inggris anak dapat dilakukan melalui kegiatan bermain, bernyanyi, bermain peran, bercerita melalui buku cerita bergambar, penggunaan alat permainan edukatif (APE), menonton film dan lainnya.
Kuncinya adalah pengenalan yang dilakukan berulang-ulang karena anak membutuhkan kegiatan yang konsisten setiap harinya. Pengenalan ini dapat dilakukan melalui kegiatan langsung serta contoh yang konkret. Tema-tema yang dapat digunakan di sekolah dapat berupa tema Diriku, Transportasi, ataupun Pekerjaan serta tema lainnya. Didalamnya dapat dikenalkan vocabulary dasar terkait tema-tema tersebut. Semakin banyak dan beragam kosakata bahasa inggris anak, maka kemampuan anak semakin berkembang.









