METRO, (LC)—Dalam rapat dengan warga Kelurahan Karangrejo, Metro Utara, Kota Metro atas undangan Ketua Komisi III DPRD, perwakilan masyarakat Karangrejo mempertanyakan program Pemkot Metro TA 2025 untuk membangun jaringan air bersih di Karangrejo senilai Rp 5 miliar sebagaimana disampaikan Sekretaris PUTR, Herman.
Usai penjelasan pihak PUTR warga Karangrejo spontan mempertanyakan program tersebut dengan anggaran besar, sementara mereka mempersoalkan kerusakan ruas jalan dan penanganan sampah di TPAS Karangrejo.
Rapat atau hearing tersebut yang dibuka oleh Ketua Komisi III, Subhan SE didampingi Wakil Ketua Komisi III, H. Fahmir Anwar, SE mendapat respon yang positif dan antusias warga Karangrejo, Rabu (30/4/2025).
Setiap kali penjelasan dari pihak eksekutif yang dipimpin Sekdakot Metro, Ir Bangkit Haryo Utomo memaparkan persoalan di Karangrejo, langsung disambut pihak warga yang umumnya di wakili ketua-ketua RW dan RT serta tokoh dan warga Karangrejo.
Sangat disayangkan, pihak eksekutif yang menandatangani “Surat Pernyataan” kesiapan memperbaiki ruas Jalan WR Supratman dan kawasan TPAS tanggal 28 April 2025 hanya mengutuskan wakilnya, seperti Kadis PUTR diwakili sekrtaris, Dinas Perhubungan, kantor Kaban Kebangpol tidak hadir. Demikian juga Wakil Walikota, M. Rafiq Adi Pradana tidak terlihat.
Dengan ada perbedaan maksud dan tujuan diundangnya warga Karangrejo membuat Ketua dan Wakil Ketua Komisi III sempat melontarkan kata-kata tegas ke pihak eskekutif.
Bahkan, ketika Bangkit meminta warga Karangrejo jika ada kegiatan gotongroyong berkaitan perbaikan ruas jalan dan masalah sampah, dirinya dikasih tahu agar bisa ikut.
Mendengar hal itu, Fahmi Anwar dari Partai Demokrat itu langsung mengur Bangkit dan meminta jangan selalu minta warga mengontak atau memberitahu kepada dirinya.
“Harus ada program yang jelas dan terjadwal,” ungkap Fahmi dengan nada tinggi. Bahkan Fahmi mengatakan Karangrejo menjadi perhatian khusus pihak pemerintah.
Dalam keterangan Fahmi mengatakan, bahwa dirinya waktu itu pernah mengunjungi TPAS bersama Darsono. Jadi, katanya saya tidak suka muter-muter ya Sekda, Camat, LH.
“Apa yang sudah dilaksanakan dan direncanakan, apa yang dilakukan sarana masyarakat bila memungkinkan kita anggarkan, anggari,” tegas Fahmi seraya menambahkan jika masalah drainase, anggarkan dan soal TPAS sudah menjadi prioritas kita.
Kemudian pimpinan sidang, Subhan mempersilahkan PUTR menjabarkan yang diwakili oleh Herman sebagai sekretaris PUTR. Menurut Herman program yang akan dilakukan TA 2025 untuk Kelurahan Karangrejo berdasarkan Musrenbang 2025 mengadakan rekonstruksi jalan lingkar TPAS Karangrejo nilai anggaran 500 juta lebih.
Pemaparan oleh Sekretaris PUTR tidak berjalan lancar, karena banyak dipotong oleh respon para warga tentang apa yang dipaparkan dianggap kurang jelas. Baik nama jalan maupun lokasi atau wilayah RT atau RW.
Berdasarkan paparan PUTR, Herman menyebutkan angka-angka anggaran untuk daerah Karangrejo di tahun 2025, terutama pembuatan drainase di beberapa jalan, termasuk drainase di kawasan TPAS. (LC-01)









