Bersama Ketua GEMASIC INDONESIA (Generasi Emas Indonesia Cemerlang) DR. dr. Wahdi, SpOG (K), SH, MH, CHCCP di lokasi terdampak bencana di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat
TIM relawan dan bantuan Medis AMC GEMASIC Indonesia (AksiMu Cepat untuk Generasi Emas Indonesia Cemerlang). Seperti bencana alam lainnya sebelum ini di berbagai daerah di Indonesia. AMC GEMASIC sangat responsif dan sangat tanggap, Ketua AMC GEMASIC Dr. dr. Wahdi, SpOG (K.Subsps.Obginsos), SH, MH, CHCCP selalu memberikan bantuan, selain bahan-bahan kebutuhan, yang pasti bantuan medis menjadi perioritas yang diberikan.
Seperti kali ini, pasca bencana alam dahsyat terjadi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Ketua AMC GEMASIC Dr. dr. Wahdi dengan tim gerak cepat ‘tanggapnya’ kembali terjun langsung ke lokasi bencana, mengunjungi warga yang terdapak.
Tentu saja, Dr. dr. Wahdi sudah membentuk Tim AMC GEMASIC untuk bergerak cepat menuju lokasi bencana alam. Kali ini Dr. dr. Wahdi didampingi Chandra SE, Ners Nazar, SKep sesampai di lokasi bencana di Posko Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Tanah Datar. Kedatangan Ti AMC GEMASIC disambut oleh Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas sosial Kabupaten Tanah datar Sumatera Barat dan BNPB.
Luar biasa, “satu kata seratus langkah” dr Wahdi dan Tim AMC GEMASIC setibanya di Posko Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Tanah Datar, langsung bergerak mengunjungi saudara-saudara kita yang terdampak, terutama kelompok rentan (wanita, ibu hamil dan anak serta orangtua).
Tim AMC GEMASIC terfokus pada daerah perhatian di Kecamatan Batipu Selatan , tepatnya di tepian Danau Singkarak, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. Feelling dr Wahdi dan Tim GEMASIC dengan pantauan situasi dan kondisi kerusakan berat fasilitas. Rumah penduduk tidak kurang dari 130 rumah saat kejadian tanggal 25-27 November 2025 ketika hujan lebar berdurasi cukup lama mengakibatkan banjir bandang dan runtuhnya bebatuan yang cukup banyak dengan ukuran ada yang sebesar kerbau.
“Astaqfirullahal adzim” gumam dr Wahdi menyaksikan langsung dampak bencana alam di Kecamatan Batipuh Selatan, Tanah Datar. Rumah penduduk dan beberapa kendaraan yang terseret dan tenggelam di dasar Danau Singkarak. Tim AMC GEMASIC langsung bergegas tanggap cepat-tepat Puskesmas Perawatan Batipuh Selatan.
Bersama warga Tim AMC GEMASIC mengajak semua berdoa dan bercanda ria dengan warga terdampak. “Ada ibu hamil yang tiba2 minta kepada saya untuk langsung memeriksa kehamilannya.” Sementara tim lainnya menghibur anak—anak dan bersama tenaga medis serta tokoh masyarakat melakukan kegiatan lainnya.
Trauma healing sangat penting.
Mengikuti Dr. dr. Wahdi, SpOG (K.Subsps.Obginsos), SH, MH, CHCCPdan tim AMC GEMASIC di Tanah Datar yang jaraknya sangat jauh dari Kota Metro, pada hari kedua tim bersama relawan lainnya mengagendakan program trauma healing dengan memberikan hiburan melalui serangkaian kegiatan menyenangkan, seperti permainan edukasi, bernyanyi, mendongeng, dan hal-hal yang bisa membuat anak melupakan bencana.
Kepada Lampung Central. id ini, Dr. dr. Wahdi, SpOG (K.Subsps.Obginsos), SH, MH, CHCCP mengatakan, kegiatan ini melibatkan tetua dan tokoh masyarakat, tokoh agama. Karena, trauma healing merupakan salah satu kegiatan yang perlu dilakukan pasca dari dampak musibah bencana yang tentu menyebabkan anggota keluarga kehilangan keluarganya yang dicintai, harta benda.
Kata Wahdi tim, juga memberikan edukasi mitigasi akan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan akibat suatu bencana susulan. Oleh karenanya peran pemerintah bersama relawan serta masyarakat setempat sangatlah penting dalam sinergi kolaborasi. Tim trauma healing AMC GEMASIC yang sudah beberapa kali terlibat dalam bencana yang terjadi dibeberapa bencana di Indonesia tentu tidak dapat bekerja sendiri dengan segala keterbatasannya.
Seperti sudah kita ketahui sosok dr.Wahdi sebagai pendiri AMC GEMASIC adalah seorang dokter yang sejak kuliah sudah menjadi tim SAR Jawa Tengah, yang beberapa kali terlibat dalam pendakian gunung untuk mencari dan menyelamatkan korban (search and rescue), dan pernah menjadi kepala puskesmas di Suoh Lampung Barat yang juga mengalami dampak Gempa pada 16 Februari 1994 dan bertugas di daerah tersebut selama 4 tahun, dan telah banyak menghadapi tantangan alam yang sangat sulit dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat diwilayah kerjanya.
Berdasarkan catatan Lampung Central, dr Wahdi pernah menyalurkan dan memberi bantuan kepada warga masyarakat di wilayah Kalianda, Lampung Selatan pasca terjadinya tsunami beberapa tahun silam. Menurut dr Wahdi trauma healing adalah suatu proses pemberian bantuan berupa penyembuhan untuk mengatasi gangguan psikologis seperti kecemasan, panik, dan gangguan lainnya karena lemahnya ketahanan fungsi-fungsi mental yang dimiliki individu pasca peristiwa yang berdampak buruk.
Dr. dr. Wahdi sepanjang perjalanannya sebagai seorang dokter memang selalu bergerak (respon) terhadap bencana alam dan dampaknya. Melalui tim dan relawan yang ia bentuk di bawah bendera AMC GEMASIC. Di lokasi terdampak bencana, selalu bekerjasama dengan relawan lainnya. Itu, kata Wahdi saat tentunya harus berbagi peran dalam hal mengembalikan kepada kehidupan yang normal kembali. Tujuannya, agar trauma bencana tidak dirasakan berlarut. Pemerintah pusat dan daerah tentu berkewajiban dalam menyelaraskan hal ini. “Saya yakin pemerintah tidak akan bisa maksimal, demikian juga Relawan bila tidak ada koordinasi dan kolaborasi yang sinergi.”
Saat ini Dr. dr. Wahdi, SpOG (K.Subsps.Obginsos), SH, MH, CHCCP dan Tim AMC GEMASIC masih berada di lokasi daerah terdampak bencana alam. Hampir siang malam bekerja keras untuk, bagaimana mempercepat memulihkan traumatik yang dialami warga masyarakat yang terdampak bencana. Patut kita bangga memiliki putra terbaik Dr. dr. Wahdi, SpOG (K.Subsps.Obginsos), SH, MH, CHCCP, ia selalu mengajarkan kepada kita untuk selalu berdoa dan bergerak cepat memulihkan keadaan. Walau butuh proses, tapi jika dilakukan bersama-sama, Insya Allah keadaan akan cepat kembali normal.
“Dari kita untuk kita semua!” itulah ucapan sang dokter yang luar biasa kepeduliannya terhadap dampak bencana alam yang terjadi selama ini, termasuk di Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat yang ia kunjungi untuk memberikan bantuan serta medis. Juga, di Sumatera Utara dan Aceh.
Kita doakan semoga dr Wahdi dan tim AMC GEMASIC selama perjalanan, di lokasi dan kembali dengan sehat walafiat di Kota Metro, karena kegiatan Nasional telah menunggunya di Jakarta dalam bulan Desember 2025 ini, yaitu akan menerima penghargaan dari Pemerintah Pusat atas berbagai peran dan partisipasi aktifnya membantu pemerintah pusat.
TANGGAP DARURAT yang CEPAT dan TEPAT SASARAN adalah filosofi responsif AMC GEMASIC terhada kejadian-kejadian alam yang terjadi di Indonesia. Tim itu selalu dipimpin oleh dr. wahdi dalam setiap tanggap bencana sampai melakukan trauma healing berkelanjutan, tentu membutuhkan waktu yang tidak bisa cepat dalam kasus ini.
Untuk itulah kita yakin pemerintah sudah fokus pada PRINSIP TRAUMA HEALING dengan; (1). Perbaikan infrastruktur dan akses jalan, (2). membentuk tim Trauma Healing dengan pembagian tugas yang tepat dan dilakukan oleh orang yang tepat, (3). Fokus kepada kelompok rentan (perempuan, anak, lansia, disabilitas akibat bencana), (4). Mengembalikan lapangan pekerjaan kepada semua kepala keluarga untuk menghidupi anggota keluarganya, dan (5). Pemerintah wajib memberikan perhatian penuh sampai keadaan dianggap mulai menyerupai sebelum terjadinya musibah.
Kita ingin mengembalikan keceriaan anak-anak bangsa ini untuk selalu optimis setelah dilanda bencana. Dengan demikian, harapannya, mereka melupakan bencana yang telah terjadi, namun berikan kemapuan mitigasi dan pola hidup sehat yang menggerakkan masyarakat untuk menjaga lingkungan.
Kita, harus tegas dan pro rakyat untuk menutup kegiatan pembalakan hutan dan ilegal logging dan siapapun yang merusak alam dan lngkungan tanpa pandang bulu, serta melakukan antisipasi dan mitigasi yang lebih profesional dan terukur.
“Sekali lagi berdasar pengalaman saya yang langsung mengalami dan langsung berada di daerah bencana, bahwa pemerintah tidak boleh ada hanya saat bencana terjadi dengan hanya melakukan kegiatan mengevakuasi, namun wajib ada dalam kegiatan berkelanjutan, yaitu Trauma Healing”.
Trauma healing itu sendiri dapat menjadi langkah rehabilitasi yang tepat bagi para korban bencana untuk bisa menyembuhkan diri dari tragedi memilukan pasca bencana. Peran trauma healing adalah mampu mengalihkan pikiran buruk terhadap bencana agar warga tidak berlarut-larut dalam kesedihan serta bisa mengambil hikmahnya.
Dalam prosedurnya, mereka akan diajak melakukan kegiatan yang menyenangkan sehingga bisa melupakan trauma terhadap bencana. (tim amc gemasic/lampung central/LC-01)







