
Oleh: Eka Mei Ratnasari
Bahasa merupakan salah satu aspek penting dalam tumbuh kembang anak. Melalui bahasa, anak belajar berkomunikasi, mengekspresikan perasaan, dan memahami dunia di sekitarnya. Pada masa usia dini (0–6 tahun) perkembangan bahasa terjadi sangat pesat.
Perkembangan bahasa anak adalah proses bertahap di mana anak belajar memahami (reseptif) dan menggunakan (ekspresif) bahasa untuk berkomunikasi. Proses ini sangat penting karena menjadi dasar bagi kemampuan berpikir, bersosialisasi, dan belajar di masa selanjutnya.
Tahapan Perkembangan Bahasa Anak
Setiap anak memiliki keunikan dan kecepatan perkembangan yang berbeda, namun secara umum dapat dilihat melalui beberapa tahapan berikut:
Usia 0–1 Tahun (Tahap Pra-Linguistik)
Anak mulai mengenali suara dan intonasi.
Ia akan menirukan bunyi (*babbling*) seperti “ba-ba” atau “ma-ma”. Pada tahap ini, respons orang tua sangat penting untuk menstimulasi kemampuan berbahasa anak.
Usia 1–2 Tahun (Mulai Mengucapkan Kata)
Anak mulai mengucapkan kata bermakna seperti “mama”, “papa”, atau “mau”.
Ia juga mulai memahami instruksi sederhana seperti “ambil bola” atau “ayo makan”.
Usia 2–3 Tahun (Menyusun Kalimat Pendek)
Anak sudah mampu menggabungkan dua atau tiga kata menjadi kalimat sederhana, misalnya “mau susu” atau “jalan yuk”. Kosa katanya meningkat pesat pada usia ini.
Usia 3–4 Tahun (Berbicara Lebih Lancar)
Anak mulai mampu bercerita sederhana, menjawab pertanyaan, dan berkomunikasi dengan teman sebayanya. Penggunaan kata ganti dan tata bahasa mulai berkembang.
Usia 4–6 Tahun (Berbahasa Secara Kompleks)
Anak dapat menggunakan kalimat lengkap, menanyakan alasan (“kenapa?”), serta mampu memahami cerita yang lebih panjang. Kemampuan berbicara ini menjadi dasar bagi kesiapan anak masuk ke jenjang sekolah dasar.







