Mahasiswa KPI Disiapkan Hadapi Industri Media
BANDARLAMPUNG, (LC)—Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung (UIN Jusila) melalui Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah dan pihak Radar Tv melakukan penandatanganan kerjasama tentang Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Penandatanganan kerjasama tersebut berlangsung di kantor PT Radar Lampung Visual (Radar Lampung TV) Bandarlampung, Selasa (15/9/2026). Dari pihak UIN Jusila ditandatangani Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, Dr. Muhajir, MKom.I didampampingi Dr. A. Lumbu, SSos, MKom.I, Andi Rahman, Msos.
Sementara dari pihak Radar Lampung TV ditandatangani Deputy General Manager, Jefri Ardi, SPd.I, MM. Dalam kesempatan itu pihak UIN Jusila kepada Lampung Central.Id menjelaskan, dunia kampus dan industri media kini semakin sulit dipisahkan.
“Di tengah perubahan cepat teknologi informasi dan menjamurnya platform digital, mahasiswa komunikasi tidak cukup hanya menguasai teori di ruang kelas,” jelas Dr. Muhajir, MKom.I yang didampingi Dr. A. Lumbu, SSos, MKom.I.
Mereka, katanya dituntut mampu memahami ritme kerja media, mengolah informasi, tampil di depan kamera, hingga menghasilkan konten yang relevan bagi masyarakat.
Atas kebutuhan tersebut, Prodi KPI Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, UIN Jusila Metro memperkuat kolaborasi dengan Radar Lampung TV. Kerjasama itu dituangkan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Peningkatan Kompetensi Mahasiswa, dan Pengembangan Kerja Sama di Bidang Komunikasi dan Penyiaran.
“Kolaborasi itu menjadi langkah strategis untuk mempertemukan dua dunia yang memiliki kepentingan sama, yakni pendidikan dan praktik profesional di industri komunikasi. Melalui kerjasama tersebut, mahasiswa tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk belajar dari buku dan ruang perkuliahan,” urai Muhajir.
Mereka, tambahnya juga berkesempatan belajar langsung bagaimana proses produksi informasi berlangsung di industri media. Ruang lingkup kerjasama mencakup program magang, praktik kerja lapangan, hingga kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Dikatakannya, mahasiswa akan mendapatkan peluang mengikuti kuliah umum, kuliah praktisi, seminar, workshop, serta pelatihan jurnalistik yang melibatkan praktisi media. Tak berhenti di sana, pengembangan kompetensi mahasiswa diarahkan pada sejumlah bidang yang semakin dibutuhkan industri. Mulai dari jurnalistik, penyiaran televisi dan radio, public speaking, content creator, produksi media digital, hingga dakwah berbasis media.
Dengan demikian, mahasiswa KPI diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menjadi sumber daya manusia (SDM) yang siap beradaptasi dengan perkembangan industri media yang semakin dinamis. Kerja sama ini juga membuka ruang bagi pelaksanaan penelitian bersama di bidang komunikasi, penyiaran, media massa, dan dakwah.
“Dosen, mahasiswa, serta praktisi media juga dapat berkolaborasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu aspek menarik dari kerja sama ini adalah peluang produksi konten edukasi, dakwah, sosial, budaya, dan literasi media,” kata Muhajir.
Harapan kita dengan kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan konten yang tidak sekadar informatif, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kerjasama itu bagi mahasiswa merupakan pengalaman berada di lingkungan industri media menjadi modal penting sebelum benar-benar memasuki dunia profesional. Mereka dapat belajar mengenai kedisiplinan, etika jurnalistik, proses produksi berita, kerja tim, komunikasi profesional, hingga tantangan menghadirkan informasi yang cepat namun tetap akurat.
Dalam pelaksanaan magang dan praktik lapangan, mahasiswa akan ditempatkan sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas Radar Lampung TV. Peserta juga diwajibkan mematuhi tata tertib yang berlaku di lingkungan perusahaan. Untuk memastikan proses pembelajaran berjalan optimal, mahasiswa akan mendapatkan bimbingan dari pembimbing lapangan dan dosen pembimbing.
Harapan lain yang diperoleh para mahasiswa UIN Jusila yang magang di Radar Lampung Tv bahwa, kolaborasi antara kampus dan industri ini juga diharapkan menjadi ruang evaluasi bersama terhadap kemampuan mahasiswa. Radar Lampung TV dapat memberikan penilaian atas pelaksanaan kegiatan mahasiswa, sementara pihak kampus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap program yang dijalankan.
“Kerjasama tersebut berlaku selama empat tahun sejak tanggal ditandatangani dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan tertulis kedua belah pihak,” tambahnya.
Sementara itu, dosen KPI yang memiliki pengalaman dan ketrampilan di dunia komunikasi, media dikenal oleh masyarakat Lampung menambahkan menurutnya lebih dari sekadar sebuah dokumen kerjasama, sinergi ini menjadi jembatan bagi mahasiswa KPI untuk mengenal dunia yang kelak mereka masuki.

“Sebab, di era ketika informasi bergerak dalam hitungan detik, seorang komunikator tidak hanya dituntut mampu berbicara. Ia juga harus mampu menyaring informasi, memahami karakter audiens, menguasai teknologi, menghasilkan karya kreatif, serta tetap menjunjung etika dan tanggung jawab sosial,” tegas Lumbu—panggilan dosen yang sangat dekat dengan dunia jurnalistik itu.
Di titik inilah, kata Lumbu kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri media menemukan relevansinya. Kampus membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan nilai akademik. Industri memberikan pengalaman dan tantangan nyata.
“Ketika keduanya berjalan beriringan, mahasiswa mendapatkan ruang belajar yang lebih luas—bukan hanya di dalam kelas, tetapi juga di balik kamera, ruang redaksi, studio, lapangan, dan berbagai platform media digital,” jelasnya.
Kerjasama KPI Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN Jurai Siwo Lampung dengan Radar Lampung TV pun diharapkan menjadi bagian dari upaya mencetak generasi komunikator dan insan media yang kompeten, kreatif, adaptif, sekaligus memiliki kepedulian terhadap kepentingan masyarakat. (kontributor AL/LC-01)









